Apa yang membuat seorang pelukis tetap ada meski telah beratus ratus tahun, adalah lukisannya, adalah keindahan lukisannya. Pelukis membutuhkan banyak warna agar lukisannya indah, begitu juga seharusnya kita manusia, yang sedang melukis kehidupan ini.Tapi apakah benar kehidupan ini kan indah jika warna warna itu ada di kehidupan kita?
Namun ketika pelukis tersebut memakai terlalu banyak warna, kelam dan hitam yang kan di dapatnya. Karena bukankah kalau semua warna itu di campur maka yang kan di peroleh adalah hitam, begitu juga lah kehidupan kita ini. Ketika terlalu banyak warna yang kita campur warna hitam dan kelam yang kan kita temui. Dan ketika warna hitam kuperoleh apakah ada orang yang datang untuk memberi warna putih kembali padaku? Apakah ada orang yang mau dan mampu untuk memutihkan lukisan kehidupan ini?
Sebenarnya tidak perlu berapa banyak orang yang mampu dan mau untuk melakukannya, cukuplah orang yang mau satu orang saja. Itu sudah cukup agar lukisan kehidupan ini kembali ditata ulang, namun acap kali sering kita temui ketika sebuah lukisan mulai kelihatan tidak indah maka sang pelukis akan membuangnya, Apakah kehidupan seperti itu? Tentu tidak, karena ketika pelukis melukis lukisan indahnya ia sering kali menyendiri untuk memperoleh keindahannya itu, itulah bedanya kita pelukis kehidupan dengan pelukis lukisan. Kita pelukis kehidupan, selalu memiliki tangan tangan ketiga, keempat, dan seterusnya….. Selalu memiliki otak kedua, ketiga dan seterusnya….Mereka itulah sahabat….
Apakah benar sahabat itu akan membantu kita dalam melukis?
“Aku tidak takut pada apapun, kecuali terhadap setan yang ada pada diri mereka yang kan berhianat dan tak sanggup untuk kupercaya”
Hanya itulah pertimbangan ku…. Tapi percayalah kawan, ketika pejalan kaki menemukan kata kata ini, pejalan kaki sudah sejak dahulu telah melukis kehidupan ini dengan berbagai tangan… berbagai pikiran, dan ketika ada prasangka tentang setan setan pada diri mereka itu muncul… saat itu pejalan kaki terus berlari agar bisa meninggalkan pikiran itu di belakang.
Ketika pikiran itu telah jauh kita tinggalkan, maka saat itulah tangan tangan ketiga, keempat dan seterusnya, serta pikiran kedua, ketiga, dan seterusnya dapat bekerja membantu kita.
Karena jauh sebelumnya, telah ada dan tertanam dalam hati dan pikiran kita, sebuah sinar terang yang kelak kan bersatu. Sebuah harapan dan mimpi, yang bukan hanya untuk aku engkau dan dia. Sebuah harapan dan mimpi yang telah tertanam bukan untuk kami, atau kalian namun sebuah harapan dan impian untuk kita. Itulah yang membuat impian dan harapan itu muncul untuk di lukiskan dalam kehidupan ini. Untuk dilukiskan oleh semua jari jari insan manusia, agar kelak ia kan bersatu menjadi lukisan kehidupan terindah, yang tak akan luntur oleh zaman, yang tak akan mungkin terpisahkan oleh ras dan suku bangsa. Yang tak mungkin hilang karena kebodohan…. Sebuah Lukisan yang kan tetap abadi…. DUNIA SATU KELUARGA
anjrit.... masa punya gue gak bisa pasang iklan....????
BalasHapusha ha ha...
jadi kalo "merah"???
tadi pagi saya menemukan warna "merah yang sempurna" ha ha ha...
dan beberapa detik kemudian seorang gadis.. (yang tidak jelas ku lihat karena gak pake kacamata) "lewat"... Ow...